Welcome,

SELAMAT DATANG, DI BLOG KAMI........!!!

Sabtu, Mei 21, 2011

Arti Dewasa


Ada seseorang yang mungkin penasaran dengan apa itu Dewasa dan bertanya,apakah yang menjadi kriteria dalam memilih calon Pasangan??? Hhm…kemudian Mereka jawab singkat saja, saya cuma minta satu hal darinya, yaitu : Dewasa. Hah? Yang benar saja, cuma satu syarat,dewasa saja??? kalo itu sih gampang! Dibumi ini ada banyak sekali wanita yang dewasa, tinggal tunjuk saja mau yang mana,,,

Dia cuma nyengir, tapi bukan nyengir kuda tentunya. dia pun menjelaskan tentang masalah ini. Dewasa memang kosakata yang simpel, tapi akan jadi rumit kalau saya benturkan dengan masalah penting seperti yang satu ini.

Menurut Q, dewasa bukanlah ukuran usia. Bisa saja ada orang yang termasuk usia dewasa, tapi pola pikir dan pola sikapnya tak menunjukan kedewasaan. Atau mungkin sebaliknya, ada orang yang dari segi usia belum termasuk usia dewasa tapi pola pikir dan pola sikapnya sudah sedemikian ‘canggih’ karena kedewasaannya.

Dalam urusan memilih pasangan hidup, kalau bisa menawar, inginnya Aq memilih yang dewasa pola pikir dan pola sikap, juga dewasa dari ukuran usianya.

Menurut Q, dewasa dalam pola pikir adalah memiliki cara berfikir yang lebih bijak, rasional, bisa dipertanggungjawabkan, dan solutif. Sedangkan pola sikap yang dewasa adalah caranya bertingkah laku yang ‘pantas’, bertanggung jawab, menghargai orang lain, mengutamakan kepentingan bersama, bisa menempatkan marah pada kondisi yang tepat, dan bisa membedakan dengan siapa ia berhadapan, sehingga bisa bersikap sebagaimana mestinya.

Kalau masalah Cantik atau tidak Cantik sih relatif. Saya yakin, Kecantikan pasangan kita bukanlah standar kebahagiaan rumah tangga kelak. Buat apa Cantik kalau Cantiknya malah tidak menentramkan hati kita. Justru menurut Q, dewasalah yang bisa membuat Pasangan terlihat lebih Cantik. Bukankah dengan kedewasaannya Ia akan bertanggung jawab dengan penampilannya, berupaya tampil sebaik mungkin, walaupun bukan bermodal wajah semolek bintang film, tapi dengan menjaga kerapihan, kebersihan, akan membuatnya tetap enak dipandang, dan inilah makna Cantik yang sebenarnya.

Kemudian, masalah mapan atau belum mapan, juga relatif. Allah yang Maha Memberi rizki, yang memenuhi seluruh kebutuhan kita. Insya Allah, dengan harta yang barakah walaupun sedikit akan mencukupi kebutuhan kita. Bukankah bisa kita saksikan sendiri, bahwa pasangan-pasangan yang baru menikah itu tak langsung menjadi keluarga yang kaya. Butuh waktu untuk menjadi mapan. Tahun pertama pernikahan mungkin hanya tinggal di rumah kontrakan yang kecil, atau bahkan masih numpang dengan mertua. Rumah tangga berjalan seadanya, alat masak dan alat makan seadanya, perabot hanya yang barang-barang kecil, ember kecil, kompor kecil, dan lainnya yang memang seadanya, semuanya berjalan seadanya sampai batas waktu tertentu, sampai Allah berikan rizki lebih barangkali untuk membangun rumah sederhana, membeli kendaraan minimal yang beroda dua, dll. Semuanya akan meningkat secara alami, perlahan tapi pasti, suatu saat jika anggota keluarga terus bertambah, mungkin Allah rizkikan rumah yang lebih besar, kendaraan yang bisa menampung semua anggota keluarga, dan hal-hal lain yang kadang diluar dugaan kita.Kembali pada prinsip diawal, Aq menginginkan yang dewasa. Dengan kedewasaannya, Ia akan bertanggung jawab untuk berupaya semaksimal mungkin,mengelola rizki dari Allah demi kepentingan bersama, dan konsikuensinya sebagai Ibu Rumah tangga.
Juga dengan kedewasaanya, ketika suatu saat kita dihadapkan pada situasi yang kurang menyenangkan, misalnya bersitegang dengan mertua, Ia bisa memposisikan dirinya pada pihak yang benar, tanpa menyudutkan pihak yang salah, kemudian dengan bijak Ia berupaya mengakhiri perselisihan yang ada, dan mengokohkan kembali silaturahmi yang sempat terguncang.

Kedewasaanya, selalu menghadirkan solusi bagi setiap permasalahan, bukti bahwa ia adalah nahkoda yang ulung, dan inilah alasan mengapa sang suami begitu mencintainya, bukan karena penampilan lahiriahnya, tapi karena kedewasaannya.

Hal apalagi yang biasanya diadikan standar para pria ketika memilih calon istri?? Pintar, perhatian, romantis, humoris, atau apalagi??? Ah, bagi Q kriteria yang terakhir tadi sama-sama relatif juga, akan berbeda bagi setiap orang, sesuai kebutuhan saja. Kadang mungkin kita tidak menyukai orang yang terlalu banyak bicara dengan maksud menunjukan kepintarannya. Atau kita merasa terkekang ketika mendapat perlakuan yang overprotective, perhatian yang berlebihan, dll. Romantis dan humoris yang berlebihan juga bisa menjadi menyebalkan ketika pada situasi yang tidak tepat. Jadi, lebih baik yang proporsional saja. Sekali lagi saya pilih yang dewasa, karena yang dewasa bisa bersikap ‘pantas’ dalam arti selalu proporsional, tidak berlebihan, tidak juga minimal, pokoknya ‘sepantasnya’ saja alias sewajarnya.

Hal inilah yang saya maksud dengan penjelasan mengenai pertimbangan memilih pasangan melalui kedewasaannya. Mudah bukan, tidak perlu kriteria yang muluk-muluk dalam menentukan pasangan hidup, saya hanya mencari yang DEWASA. Itu saja sudah cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar