Dalam sebuah ayat Allah berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. 6 : 162)
Berdasarkan berita dan informasi bahwa saat ini pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) menghimbau/meminta seluruh Mesjid yang ada di Indonesia untuk segera menyesuaikan arah Kiblat 30cm atau 10 derjat kekanan. Kiblat ada di Kota Mekah; Arab Saudi; tepatnya di Masjidil Haram; yang merupakan sebagai tempat tersuci, dan tempat arah menghadap pada saat menunaikan Shalat bagi umat Islam.
Cara mengetahui Arah Kiblat shalat kita:
1. Google maps mungkin dapat dijadikan sebagai patokan alat untuk menentukan arah Kiblat; karena Google maps biasanya diambil dari hasil data pantauan satelit. Kita bisa memperoleh layanan Google maps dialamat ini : http://maps.google.com/. Kita bisa memberi tanda pada Google maps dimana letak Kiblat; kemudian dilanjutkan dengan memberi tanda pada posisi kita dan menarik garis antara Kiblat dan posisi kita. Dengan cara seperti itu diharapkan dapat diketahui arah Kiblat dari posisi kita berada; dan menentukan arah menghadap pada saat menunaikan Shalat.
2. Dengan Kotak Pencarian Google; saya menemukan layanan tentang arah Kiblat; yaitu pada alamat ini : http://www.iwkz.de/layanan/kiblat/ . Google maps biasanya ditampilkan secara live dengan menggunakan fasilitas Google maps Api; maka kemungkinan besar layanan arah Kiblat ini menggunkan peta terakhir dari Google Maps; artinya cukup up to date untuk digunakan.
3. Selain itu juga peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com/,
4. Lebih mudahnya kita juga bisa mengacu dengan melihat sinar matahari tepat diatas Mekah pada tgl 16-19 Juli 2010 jam 16.30 WIB. Wa’alam bisshawab,
Akan tetapi dilain sisi perlu kita renungkan lebih dalam lagi, dan ini lebih penting dari sekedar merubah kiblat shalat. Masih banyak di kalangan saudara kita atau mungkin bahkan kita sendiri pun masih berkiblat terbawa budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai murni Islam, Iman yang menghujam dihati lambat laun bergeser, mungkin bukan hanya bergeser 10 derajat, tapi tanpa kita sadari sebagian umat islam sudah tergeser jauh lebih dari 90 derajat bahkan 180 derajat pun banyak kita temukan. Terperdaya bujuk rayu kesesatan dunia barat dan antek-anteknya. Naudzubillah Minzdalik.
Setiap kali kita menonton televisi buka internet kita akan disajikan dengan gaya hidup, perkataan-perkataan jorok dan dipaparkan adegan-adegan yang tidak sesuai dengan Islam. Bayangkanlah! terutama adik kita para remaja yang masih memerlukan bimbingan dalam kehidupan mereka, disajikan setiap hari dengan budaya hidup yang bertentangan dengan Islam, tidakkah ia akan mudah terpengaruh? Adakah ini yang kita inginkan dalam masyarakat Islam kita nanti? Adakah ini yang dikatakan sebagai khairul ummah atau sebaik-baik umat?
Hanya satu cara yang bisa meluruskan kiblat hati, kiblat fikiran dan kiblat perilaku, yaitu kembalilah pada Al-Qur’an dan As-Sunnah secara kaffah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar