Welcome,
SELAMAT DATANG, DI BLOG KAMI........!!!
Minggu, Mei 22, 2011
''MARAH DAN SABAR''
''Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul- betul bersabar,,
Seseorangyang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar,,,
karena dia hanya tidak bisa marah,,,
Sedangkan seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar,,,
Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit,,,
Anda sangat tepat, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
''hujan mengerti cinta Q''
"Terima Kasih Hujan, Kau Tlah MenyadarKan Q n Beri Q kesegaran,,,Tuk lebih ngerti tentang nya,,,
moga” Q pun Bisa Melupakannya sedikit demi
sedikit menjauh dari bayangan Cintanya,,,
Daripada Q selalu Jd Bahan Benang merah, ingat selalu akan Dia,,,
Berat Hati Q rasa Tpi Pa daya tubuh lunglai tanpa spirit Darimu,,,
Tanpa Kasih Mu,,,
Tanpa kesejukan bersama mu,,,
Tanpa belaian Cintamu,,,
Tangisan demi tangisan Q coba tuk hapus agar Q bisa tetap ada dihatimu,tapi Ego,Rasa cemburu, dan salah faham selalu bikin Q sesak di Hati ini,,,
Cinta yang Q rasa Bersama mu,,,
Begitu Indah,,,
Begitu Damai,,,
Begitu Sejuk,,,
dan begitu Tenang,,,
Begitu oh..begitu yang Pernah Q rasakan Selama Dengan Mu,,,
Q Tak Kuat Menahan rasa ini,,,
Rasa cinta Q padamu …
Rasa Sayank Q padamu,,,
Tapi Selalu dan selalu kau balas tanpa Respon Yang logis,,,
Sungguh Senang Q bisa Kenal Kamu,,,
Senang Deket Dengan mu,,,
Senang Mengerti Dikit kehidupanmu,,,
Senang Mengenal Kluarga mu,,,
Senang pula Kau pernah Sayank aQ,,,
Guyuran Air hujan Tak sehebat tetesan Airmata Q ini,yang menjadi trauma yang mendalam Tuk Q,,,
Hujan yang turun Bagai Mutiara,,,
Berkilau Bersinar Berkedip,,,
Subur Menghijau Bumi Terbentang Dan Bayu Bertiup lembut,,,
Cinta Yang Bersemi DiWaktu Hujan Turun,,,
Dimana Ada sungai kecil dan hutan sebagai saksinya,,,
Menyirami ketandusan hati ini,,,
Dan Hujan hari ini turut mengiringi Engkau Pergi dari Q,,,
Selembut Hujan bercurahan,,,
Begitu Cinta Yg Q rasa ini,,,
Semesra Bumi yang di sirami,,,
Begitulah Hati ini,,,
Hujan Yang turun Bersama Airmata Q,,,
Bersama Pedih,Bersama Rindu Yang Q rasa,,,
Kau Datang Dlam hidup Q saat Hujan Tiba,,,
Kepergianmu Pula Saat hujan,,,
Rindu,rasa sayank yang terlalu,,,
membuat Qta lupa akan apa yg pernah Qta rasa berdua,,,
ooohhh Cinta,,,
Hujan Saksi Qta Berdua,,,
Terima Kasih Tuk HUjan dan Cinta mu,,,
''UNTUK MU IBU''
"Ibu,,,,,
adalah wanita yang telah
melahirkanku,,,
merawatku,,,
membesarkanku,,,
mendidikku,,,
hingga diriku telah dewasa
Ibu,,,
adalah wanita yang selalu
siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan
malam
Ibu,,,
adalah wanita yang penuh
perhatian
bila aku sakit,,,
bila aku terjatuh,,,
bila aku menangis,,,
bila aku kesepian,,,
Ibu,,,
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu,,,
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu,,,
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di
dalam surga
Ibu,,,
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu
Ibu,,, I LOVE YOU SO MUCH
''BIARKAN AQ,,,,,''
"Hempaskan aq, dalam samudra biru nan lugu
Riakkan aq, dalam mesranya gelombang lautmu
Biarkan aq terlena,dan terpana jiwa
Dalam mahligai rasa, asa dan peluk mesra
Berserak bagai pasir berbisik
Berkilau, bak mutiara kilau kemilau
Biarkan aq menikmati apa yg dapat dan terus aq sukai
Sejati, dan tak akan pergi
Karena hati q terpaut marut disini
Bimbang bukan lagi pasti
Sedih bukan lagi hati
Bahagia terus menanti
Dan bunga merah harum mewangi
Biarkan semua itu tak terjamah,
trsentuh,,,,,
Lepaskan semua itu tak terkira,,,,jika,,,,
Hanya merasakan jiwa tak berbalut dosa
Bebas lepas dan tiada ada dusta
Biarkan aq terus merasa,,,
Karena satu keyakinan q utuh
Pasti dan tak ada ragu
Sedalam relung hati mengadu,,,
Sebalut luka lama tersimpan
Hilang pergi dan menguap sirna kembali
Biarkan aq menikmati walau hanya sepenggal waktu
Dalam dunia tak berbatas
Dalam khayalan tak berujung,
Dan dalam lamunan tak bertepi
Kembali,..biarkan aq merasakan bahasa kalbu
Dari hati sensasi jiwa q
Hanya untuk bisa bersamamu,
Walau hanya untk sepenggal waktu
Karena tak ada kesal dan sesal
yang hinggap,berbekas meninggal luka
Kembali, bawa aq dalam hempasan samudra biru,,,
Untukmu,,,,
Terima kasih mengisi sisi lain hidupku,,,
Walau hanya sepenggal waktu,,,,
''izinkan AQ mencintaiMU''
"Aq tak mengerti mengapa aq merindumu?
mencemaskanmu dalam setiap deret waktu
meraba imajinasi q untuk menerka apa yang kau lakukan?
berharap kau sedikit membayangkan q
Jika aq terbuai malam
Apakah kau akan menuai bintang untuk q?
Jika aq menanti pagi
Apakah kau akan
semaikan embun untuk q?
Q bertanya pada Tuhan
Mengapa sepi ini mengulum Q?
Merajut benang cinta diantara duka
Mencerca kasih di atas perih ini
Andai rasa ini bukan kesalahan
Apakah Tuhan begitu tega memberi q satu dera lagi?
Andai aq tak menggeret mimpi
Mengapa kau begitu menghantuiku?
Biarkan aku mengerti dirimu,Memahamimu,Mencintaimu dengan segenap tenaga q
mendekapmu selamanya....
Untuk dapat Memilikimu untuk mengarungi hidup q bersama selamanya,,,
"Akhir Dari Cinta"
"Heningnya kalbu begitu kelam memikat gundahnya hati,,,
tarian pilu menyerang dengan girangnya,,,
tangan ini berusaha menggapai namun semua berpaling dan meninggalkan,,,
rintihan bathin kian mengiris tapi tak ada yang peduli,,,
Sepi,,,
Sakit,,,
rasa itu membuncah, menghancurkan,menenggelamkan asa yang kian terpuruk,,,
kelumpuhan pada seluruh bagian otak mulai menumpul,,,
pekikan girang sang kegelapan menyengat tajam,,,
“Selamat datang dikehidupanku wahai luka dan nestapa”
naluri terkikis perih asa perlahan memudar
isak tangis runtuh berguguran,,,
“Selamat tinggal cinta,,, menepilah bersama gugurnya
airmata,,,”
Sabtu, Mei 21, 2011
Di Ujung Malam
Yaa ALLAH …berlinang air mata hamba saat ini,,
Bertanya bathin hamba ini,,
Bagaimanakah pandangan ENGKAU pada hamba saat ini,,?
Terlalu ngeri hamba tuk membayangkannya,,
Yaa ALLAH…sedemikian kelam jiwa hamba terbalur dosa,,
Adakah pantas tuk bersujud Pada-MU TUHAN SEGENAP ALAM,,???
Yaa RABB…masih pantaskah diri ini menghambakan diri pada-MU,,??
Sedangkan hampir di setiap saat diri ini menjadi,,
hamba nafsu,,
hamba harta,,
hamba syahwat,,
hamba angkara murka.,,
dan hamba dunia,,
Serta hamba-hamba selain ENGKAU,,????
Yaa ROHMAAN Yaa ROHIIM…masih berkenankah ENGKAU dengar dan kabulkan apa yg hamba pinta??
Saat ini…
hamba mohon dengan segenap jiwa raga yg dalam genggam-MU YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG….;
“Peliharalah kerinduan di batin ini akan belaian karuniamu…
walau tak pernah kurang karunia MU.”
“Jangan tinggalkan hamba walau hanya sesaat”
“Jadikanlah apa yg menjadi keridlo’an MU adalah Keridlo’an hamba juga”
Arti Dewasa
Ada seseorang yang mungkin penasaran dengan apa itu Dewasa dan bertanya,apakah yang menjadi kriteria dalam memilih calon Pasangan??? Hhm…kemudian Mereka jawab singkat saja, saya cuma minta satu hal darinya, yaitu : Dewasa. Hah? Yang benar saja, cuma satu syarat,dewasa saja??? kalo itu sih gampang! Dibumi ini ada banyak sekali wanita yang dewasa, tinggal tunjuk saja mau yang mana,,,
Dia cuma nyengir, tapi bukan nyengir kuda tentunya. dia pun menjelaskan tentang masalah ini. Dewasa memang kosakata yang simpel, tapi akan jadi rumit kalau saya benturkan dengan masalah penting seperti yang satu ini.
Menurut Q, dewasa bukanlah ukuran usia. Bisa saja ada orang yang termasuk usia dewasa, tapi pola pikir dan pola sikapnya tak menunjukan kedewasaan. Atau mungkin sebaliknya, ada orang yang dari segi usia belum termasuk usia dewasa tapi pola pikir dan pola sikapnya sudah sedemikian ‘canggih’ karena kedewasaannya.
Dalam urusan memilih pasangan hidup, kalau bisa menawar, inginnya Aq memilih yang dewasa pola pikir dan pola sikap, juga dewasa dari ukuran usianya.
Menurut Q, dewasa dalam pola pikir adalah memiliki cara berfikir yang lebih bijak, rasional, bisa dipertanggungjawabkan, dan solutif. Sedangkan pola sikap yang dewasa adalah caranya bertingkah laku yang ‘pantas’, bertanggung jawab, menghargai orang lain, mengutamakan kepentingan bersama, bisa menempatkan marah pada kondisi yang tepat, dan bisa membedakan dengan siapa ia berhadapan, sehingga bisa bersikap sebagaimana mestinya.
Kalau masalah Cantik atau tidak Cantik sih relatif. Saya yakin, Kecantikan pasangan kita bukanlah standar kebahagiaan rumah tangga kelak. Buat apa Cantik kalau Cantiknya malah tidak menentramkan hati kita. Justru menurut Q, dewasalah yang bisa membuat Pasangan terlihat lebih Cantik. Bukankah dengan kedewasaannya Ia akan bertanggung jawab dengan penampilannya, berupaya tampil sebaik mungkin, walaupun bukan bermodal wajah semolek bintang film, tapi dengan menjaga kerapihan, kebersihan, akan membuatnya tetap enak dipandang, dan inilah makna Cantik yang sebenarnya.
Kemudian, masalah mapan atau belum mapan, juga relatif. Allah yang Maha Memberi rizki, yang memenuhi seluruh kebutuhan kita. Insya Allah, dengan harta yang barakah walaupun sedikit akan mencukupi kebutuhan kita. Bukankah bisa kita saksikan sendiri, bahwa pasangan-pasangan yang baru menikah itu tak langsung menjadi keluarga yang kaya. Butuh waktu untuk menjadi mapan. Tahun pertama pernikahan mungkin hanya tinggal di rumah kontrakan yang kecil, atau bahkan masih numpang dengan mertua. Rumah tangga berjalan seadanya, alat masak dan alat makan seadanya, perabot hanya yang barang-barang kecil, ember kecil, kompor kecil, dan lainnya yang memang seadanya, semuanya berjalan seadanya sampai batas waktu tertentu, sampai Allah berikan rizki lebih barangkali untuk membangun rumah sederhana, membeli kendaraan minimal yang beroda dua, dll. Semuanya akan meningkat secara alami, perlahan tapi pasti, suatu saat jika anggota keluarga terus bertambah, mungkin Allah rizkikan rumah yang lebih besar, kendaraan yang bisa menampung semua anggota keluarga, dan hal-hal lain yang kadang diluar dugaan kita.Kembali pada prinsip diawal, Aq menginginkan yang dewasa. Dengan kedewasaannya, Ia akan bertanggung jawab untuk berupaya semaksimal mungkin,mengelola rizki dari Allah demi kepentingan bersama, dan konsikuensinya sebagai Ibu Rumah tangga.
Juga dengan kedewasaanya, ketika suatu saat kita dihadapkan pada situasi yang kurang menyenangkan, misalnya bersitegang dengan mertua, Ia bisa memposisikan dirinya pada pihak yang benar, tanpa menyudutkan pihak yang salah, kemudian dengan bijak Ia berupaya mengakhiri perselisihan yang ada, dan mengokohkan kembali silaturahmi yang sempat terguncang.
Kedewasaanya, selalu menghadirkan solusi bagi setiap permasalahan, bukti bahwa ia adalah nahkoda yang ulung, dan inilah alasan mengapa sang suami begitu mencintainya, bukan karena penampilan lahiriahnya, tapi karena kedewasaannya.
Hal apalagi yang biasanya diadikan standar para pria ketika memilih calon istri?? Pintar, perhatian, romantis, humoris, atau apalagi??? Ah, bagi Q kriteria yang terakhir tadi sama-sama relatif juga, akan berbeda bagi setiap orang, sesuai kebutuhan saja. Kadang mungkin kita tidak menyukai orang yang terlalu banyak bicara dengan maksud menunjukan kepintarannya. Atau kita merasa terkekang ketika mendapat perlakuan yang overprotective, perhatian yang berlebihan, dll. Romantis dan humoris yang berlebihan juga bisa menjadi menyebalkan ketika pada situasi yang tidak tepat. Jadi, lebih baik yang proporsional saja. Sekali lagi saya pilih yang dewasa, karena yang dewasa bisa bersikap ‘pantas’ dalam arti selalu proporsional, tidak berlebihan, tidak juga minimal, pokoknya ‘sepantasnya’ saja alias sewajarnya.
Hal inilah yang saya maksud dengan penjelasan mengenai pertimbangan memilih pasangan melalui kedewasaannya. Mudah bukan, tidak perlu kriteria yang muluk-muluk dalam menentukan pasangan hidup, saya hanya mencari yang DEWASA. Itu saja sudah cukup.
C.I.N.T.A
Seandainya Allah Swt menghendaki kita bersatu, takkan ada yang bisa memisahkan kita, dan seandainya Allah Swt menghendaki kita tak bersatu, takkan ada yang bisa menyatukan kita. Ingat, sesungguhnya dalam segala ketentuan-Nya, terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya serta hikmah yang bisa diambil pelajarannya. Tentunya hanya bagi orang-orang yang berfikir!
Langganan:
Komentar (Atom)








