Iman itu punya dua sisi yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Dua sisi itu adalah syukur dan sabar. Setiap orang akan diuji oleh Allah dalam hidupnya untuk dinilai sisi keimanannya.
“Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah, kalian dikembalikan” (QS. Al-Anbiya ayat 35).
Selama ini orang mengira bersyukur lebih mudah dari pada bersabar. Sehingga mereka lebih suka diberi ujian berupa kebaikan dan kenikmatan, daripada diuji dengan bencana dan malapetaka. padahal realitanya tidaklah begitu. Betapa banyak orang bergelimang harta dan kenikmatan, namun mereka tidak bisa mensyukurinya. Nikmat yang ada justru membuatnya lupa kepada Sang Pemberi. Mereka bernafas dalam lumpur maksiat.
“Harta-harta yang kau peroleh akan dihisab, dan dipertanyakan dari mana kau peroleh harta itu dan kemana kau belanjakan harta itu”
Bersyukur atas nikmat Allah lebih sulit dari bersabar atas cobaan dan ujian. Jumlah orang yang tidak tenggelam dalam lautan nikmat lebih sedikit daripada mereka yang larut dan hanyut. Musibah membawa hikmah bagi banyak orang. Harta melimpah menjadikan pemiliknya lupa akan Sang Pencipta.
“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur” (QS. Saba’ ayat 13).
Mari kita simak Hadist berikut, sehingga kita tahu ungkapan syukur yang benar seperti apa.
Aisyah berkata, “Rasulullah kalau shalat, berdiri sampai membengkak kedua kakinya”. Lalu Aisyah bertanya, “Wahai, Rasulullah, sampai sebegitunya Anda beribadah, padahal dosa-dosa Anda yang telah lalu maupun yang akan datang telah di ampuni oleh Allah”. Beliau menjawab, “Apakah aku tidak boleh untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur?” (HR. Muslim)
Untuk apa Rasulullah melakukan itu semua? Shalat malam sampai bengkak kedua kakinya? Jawabannya hanya satu. Untuk mensyukuri nikmat Allah yang beliau terima. Apa yang telah diberikan Allah kepadanya, semuanya di kembalikan kepada Allah dan digunakan untuk ibadah. Itulah cara mengungkapkan syukur yang harus kita ikuti.
Catatan : Konteks syukur tidak hanya sekedar menjalankan shalat. Segala kegiatan yang diniatkan karena Allah, Insya Allah menjadi bentuk syukur kita padaNya.
Tips : Bagi yang sedang mendapat ujian berupa kebaikan dan kenikmatan, lakukanlah shalat dan syukur. Bagi yang sedang mendapat ujian bencana, malapetaka dan kesedihan, lakukanlah shalat dan sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar